Selasa, 29 Desember 2020

Madesu VS Madelang

 

Masih ingatkah dengan tokoh bang Madit ? 

Bang Madit  salah satu tokoh yang diperankan oleh Ramdhani Qubil AJ (Mat Qubil )dalam sinetron Islam KTP di salah satu siaran televisi swasta yang sempat digandrungi para pemirsanya.

Yang menjadi perihal menarik dari tokoh ini adalah selalu mengucapkan kata yang tak elok terhadap lawan bicaranya dengan kata madesu,  merupakan sebuah bahasa gaul yang merupakan akronim dari masa depan suram.

Dalam sinetron tersebut setiap orang yang berhadapan dengannya apabila tidak ada kecocokan maka selalu dihardik dengan kata madesu bukan madelang. Bang Madit merasa dirinya orang kaya, merasa  berhasil dibanding dengan orang lain dengan seenaknya ia merendahkan orang lain. seolah-olah orang yang punya masa depan cemerlang adalah yang bergelimpahan harta. Ini hanya sinetron saja tapi kita bisa ambil pembelajarannya. yaitu jangan sekali-kali menjustic masa depan seseorang dengan yang tidak baik.

Kita tidak tahu masa depan seseorang madesu atau madelang. tapi setidaknya bisa kita pelajari kebiasaan-kebiasaan  yang membuat masa depan menjadi suram cemerlang.  Kitapun tak berharap untuk menerima nasib yang membuat anak-anak  kita menjadi  generasi yang kurang beruntung. Namun masa depan  cemerlang bisa dibentuk melalui proses panjang  serta nasib baik dan buruk yang dialami oleh seseorang. Tapi nasib baik dan buruk itu tergantung dari diri kita sendiri, tergantung  kemauan seseorang untuk berubah. 

Di dalam penggalan Alquran surat Ar-Ra'd :11 Allah berfirman Sesungguhnya allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaumnsehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya,dan sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Allah.

Adapun kebiasaan - kebiasaan yang memberi arah ke madesu  dikutip dari jawa post .com ada beberapa kebiasaan buruk yang membentuk madesu yaitu :

1. tidur terlalu lama, tidur yang cukup tidak lebih dari 7-8 jam. karena terlalu banyak tidur akan mengakibatkan sifat malas sehingga tidak produktif.

2.hidup tidak punya tujuan, sehingga apa yang dilakukan tidak terarah seperti air mengalir dan kurang bermanfaat.

3.terlalu banyak main di medsos sehingga menghabiskan waktu

4. memperlama waktu makan siang

5. kebiasaan hanya berdiam diri atau enggan berkomunikasi

Oleh karena itu mari kita ciptakan masa depan yang gemilang ( madelanga) ubah pola hidup , bangkitlah dengan 7 budi utama. menurut profesor Ary Ginanjar 7 budi utama adalah karakter-karakter yang diperlukan dalam mempersiapkan masa depan gemilang. yaitu 

1. jujur, mulailah jujur sejak dini agar dapat dipercaya orang lain.kalau sudah terbiasa jujur sejak kecil jika sukses ia tak akan mengambil hak orang lain. dan meras berdosa jika melakukan kebohongan.

2. tanggung jawab, menerima dan melaksanakan tugas yang menjadi tanggung jawabnya dan  berani menerima resiko apabila tidak dilaksanakan.

setiap individu adalah pemimpin dan setiap pemimpin akan diminta pertanggungjawabannya tentang apa yang dipimpinnya ( HR. Bukhori )

3. visioner, mempunyai tujuan terarah  dan gigih dalam mencapai mimpi. 

4. disiplin, jangan sia-siakan waktu.karena waktu kan berputar terus bergerak maju tanpa mengulang. langkah pertama mencapai keberhasilan adalah melakukan suatun pekerjaaan kecil dengan sebaik-baiknya dan dengan cara yang benar hingga keberhasilan dapat tercapai. setelah itu lakukanlah yang besar.(anonim)

5. kerja sama (kolaboratif) , dengan bekerja sama beban pikiran dan pekerjaan akan menjadi ringan. karena manusia tak bisa hidup sendiri dalam mencapai mimpi-mimpi.

6. adil, dalam menjlankan tugas kita harus adil. karena keadilan dambaan manusia,suatu nilai yang tak pernah lekang sepanjang masa.

7. peduli. sikap peduli dengan sesama saling berbagi sesuai kemampuan sangat dibutuhkan dalam pengembangan diri. berbagi tidak harus harta, tapibisa dalam bentuk pikiran,ilmu ,tenaga dan waktu.

Aris Ahmad Jaya,sebagai motivator sugesti Abco memaparkan materi pelatihan  melalui zoom meeting, untuk membentuk citra diri bisa dengan management PAKSA, yang merupakan uraian dari:

1. P = Pray,upayak selalu berdoa, tidak melupakan Tuhan yang telah menciptakan alam beserta isinya

2. A = Atittude, berusaha untuk menjadi pelayan-pelayan kebaikan

3. K = Knowledge, bersemangat untuk mencari ilmu pengetahuan agar bisa diatas rata-rata

4. S = Skill, miliki sklill yang menunjang 

5. A = Action, amalkan ilmunyangb telah di dapat walau hanya sebesar biji sawi.

Mari kita berikan kesadaran kepada generasi penerus bangsa agar berusaha menjadi generasi sukses ,masa depan cemerlang bukan menjadi generasi yang memiliki masa depan suram.







Selasa, 18 April 2017

CEMUNGUT YUUK..!

Dalam kehidupan sehari-hari adakalanya kita menemukan peramasalahan di luar perkiraan yang kita tidak harapkan...................
Sehingga ada pro dan kontra dalam batin ini
Dalam keadaan seperti ini banyak tersita waktu, tenaga, dan pikiran untuk menganalisa semua permasalahan yang terjadi.......................
Sehingga membuat diriku ingin meninggalkan semua itu dan pergi jauh.....
Tanpa ada seorangpun yang mengganggu...
Namun aku tak bisa menghindar dari permasalahan ini. Aku harus tetap menghadapi dengan jiwa besar ..................
Kudekatkan diri ini dengan Sang Pencipta........
Hanya dengan Dialah aku menemukan ketenangan batin ini.. Ku memohon petunjukNya agar langkahku diberi cahaya dalam menyelasikan permasalahan ini.










Kamis, 16 Maret 2017


Cara Menghadapi dan mendidik anak menjadi baik

Mendidik anak yang bandel dan nakal menjadi anak yang patuh dan menurut memang tidak semudah seperti membalikan telapak tangan.
Diperlukan kesabaran dan usaha serta kerja keras yang ekstra untuk terus mengajarkan dan mendidik mereka menjadi seseorang yang penurut dan patuh pada semua perintah baik yang diberikan orangtuanya. Banyak orangtua yang dibuat pusing dalam mendidik anak yang bandel dan nakal, jika berpergian dan membawa serta buah hati mereka ke tempat yang baru,  mereka akan dengan mudah berpergian kesana kemari dan berlari hilir mudik serta mengganggu oranglain dan sewaktu kita tegur dan dinasihati mereka akan malah berbalik menangis tidak terima atau bahkan menyerang kita dengan pukulan dan lain sebagainya.
Ketika hal ini terjadi, bukan hanya anda yang akan merasa kerepotan, namun juga saat anak meronta-ronta dihadapan umum ini akan membuat ibu merasa malu dan sulit mengendalikan mereka sehingga pada akhirnya kita seringkali dibuat jengkel dan frustasi dan hal yang paling ditakutkan adalah khilaf dengan menyakiti anak kita sendiri.
Jika kita melihat banyak kasus saat ini, dalam praktiknya banyak sekali orangtua yang tidak sabar mengadapi dan mengendalikan anak yang nakal dan mereka cenderung melakukan kekerasan sebagai solusi untuk mengendalikan dan mengontrol anak yang nakal. Lantas benarkan cara tersebut dianggap sebagai solusi terbaik dalam menghadapi anak yang nakal? Ampuhkah dengan menggunakan jalan kekerasan mampu mendisiplinkan dan membuat anak yang nakal menjadi penurut dan patuh? Jawabannya tentu saja tidak.


Mendisiplinkan anak yang nakal dan membuat mereka mematuhi semua perkataan kita, tidak bisa dilakukan dengan jalan kekerasan. Justru sebaliknya, hal ini malah akan membuat anak anda semakin liar dan tidak takut dengan siapapun. Dalam hal ini orangtua harus mampu menerapkan pola asuh dan cara mendidik anak yang nakal menjadi patuh dan penurut namun tidak dilakukan dengan jalan kekerasan seperti main pukul, main cubit atau ancaman, sebab hal-hal ini akan berdampak buruk terhadap pertumbuhan anak. Nah, berikut ini terdapat beberapa cara untuk mendisiplinkan anak yang nakal agar bisa patuh dan menjadi penurut pada orangtuanya.

1. Tidak Memberikan Predikat "Nakal" Pada Anak

Sewaktu anda sering mendapati anak anda sulit sekali diatur dan seringkali rewel sewaktu diberikan nasihat dan pengertian, maka jangan terburu-buru memberikan mereka predikat 'anak nakal', 'anak bandel' dan lain sebagainya. Tahukah anda, predikat nakal yang anda berikan pada mereka akan membuat mereka tidak percaya diri dengan lingkungannya. Selain itu, predikat yang terlanjur anda berikan pada anak ini akan membuat mereka seperti diberikan sebuah label yang terus melekat dalam diri mereka sehingga membuat mereka merasa sia-sia saat mereka menjadi anak yang baik.

1. Tidak Memberikan Predikat "Nakal" Pada Anak

Sewaktu anda sering mendapati anak anda sulit sekali diatur dan seringkali rewel sewaktu diberikan nasihat dan pengertian, maka jangan terburu-buru memberikan mereka predikat 'anak nakal', 'anak bandel' dan lain sebagainya. Tahukah anda, predikat nakal yang anda berikan pada mereka akan membuat mereka tidak percaya diri dengan lingkungannya. Selain itu, predikat yang terlanjur anda berikan pada anak ini akan membuat mereka seperti diberikan sebuah label yang terus melekat dalam diri mereka sehingga membuat mereka merasa sia-sia saat mereka menjadi anak yang baik.Daripada menghakimi dan memberikannya predikat demikian, ada baiknya jika sewaktu anak melakukan kesalahn segera dekati anak anda dan pegang pundaknya lalu berikan mereka pengertian untuk tidak melakukan kesalahan tersebut karena hal tersebut adalah perbuatan yang tidak terpuji. Jangan lewatkan berikan tatapan mata pada anak anda dan buatlah mereka berjanji untuk tidak mengulangi hal tersebut.

2. Jadilah Contoh yang Baik

Ketika anda mengharapkan anak anda bisa tumbuh dan menjadi seorang anak dengan perilaku yang bersahaja dan baik, maka perbaiki terlebih dahulu sikap kita dan jadilah contoh yang baik untuk mereka. Pelajaran paling jitu yang bisa diberikan pada anak tidak hanya terbatas pada teori dan nasihat, namun juga harus dibarengi dengan praktik dan kenyataan. Selain itu, anak-anak umumnya akan meniru apa yang mereka saksikan. Jika perbuatan dan perilaku kita tidak sesuai dengan norma yang berlaku maka jangan heran jika anak anda bisa sangat nakal dan sulit diatur.

3. Bersikaplah yang Lembut

Saat anak melakukan kesalahan apalagi perbuatan tersebut dilakukan didepan umum yang membuat kita malu, rasanya kita ingin sekali memarahi mereka. Namun, sebagai orangtua yang baik, tidak seharusnya kita melampiaskan amarah seketika ditempat yang sama apalagi disaksikan banyak orang. Kesalahan yang diperbuat anak anda bisa mungkin adalah ketidak sengajaan yang membuat mereka khilaf, untuk itu kendalikan amarah anda dan tanyakan pada mereka mengapa hal tersebut bisa sampai mereka lakukan. Setelah itu, baru berikan nasihat dan sampaikanlah dengan lembut. Anak anda bisa jadi merasa malu dan bersalah dengan masalah yang ia buat, untuk itu jangan perparah penyesalannya dengan caci makian anda yang akan membuat mereka semakin tertekan.

4. Tetapkan Aturan dan Berikan Sanksi yang Tegas

Cara lain dalam menghadapi dan mendidik anak yang bandel dan nakal agar menjadi seseorang yang penurut dan patuh adalah dengan menetapkan aturan untuk membatasi perilaku anak-anak. Selain itu, berlakukan sanksi yang tegas untuk mereka. Namun tentunya tidak dengan menggunakan cara kekerasan yang akan menyakiti anak dan membuat mereka berada dalam bahaya. Misalkan ketika anda memberlakukan peraturan jam belajar dari jam 7 sampai jam 8,  sementara anak anda sibuk bermain game di komputernya. Maka berikan ia sanksi seperti mengambil komputernya dan tidak mengizinkan ia bermain game sampai waktu belajar dimalam hari diselesaikannya. Dengan begini anak akan dengan perlahan menyelesaikan kewajibanya sebelum mengambil hak-haknya.

5. Jadilah Orangtua yang Konsisten

Berhentilah memberikan toleransi pada anak-anak sewaktu aturan yang anda terapkan dilanggarnya. Semakin banyak toleransi yang anda berikan akan membuat anak lebih leluasa melanggar semua peraturan yang telah anda buat untuk mereka. Dengan begitu mereka akan cenderung menjadi pembangkang dan sulit diatur.
Untuk itulah, cobalah menjadi orangtua yang konsisten pada semua perturan yang anda perbuat. Dengan ketegasan dan sifat konsisten pada diri anda akan membuat anak segan untuk melanggar peraturan yang anda buat karena ada sanksi yang harus mereka tanggung untuk semuanya.
Pada intinya, diakui atau tidak, penyebab anak menjadi penurut atau bahkan menjadi nakal sedikit banyak dipengaruhi oleh campur tangan orangtua dalam menerapkan pola asuh pada anak. Untuk itu, pola asuh ibu dalam mendidik anak akan menentukan karakter mereka. Cara diatas diharapkan mampu membantu dalam mendisiplinkan anak-anak yang bandel dan nakal menjadi anak yang patuh dan penurut. Hanya saja, tetap kesabaran adalah kunci utama keberhasilan dari poin 
ini.http://bidanku.com/cara-menghadapi-dan-mendidik-anak-bandel-dan-nakal-agar-patuh-dan-menurut